CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Nuansa 100 Pulau

     Kabupaten Sumenep merupakan satu dari empat kabupaten ujung timur pulau Madura yang memiliki karakteristik tersendiri. Ada 126 pulau ,terdiri : 48 pulau berpenghuni, 78 pulau tak berpenghuni, 104 pulau memiliki nama, dan 22 pulau tanpa nama.
Secara geografis kabupaten Sumenep memiliki dua bagian. Daratan seluas 1.146.927.065 km2 (54,79 %) terbagi atas 18 kecamatan, yakni : Ambunten, Bluto, Batu putih, Batang-batang, Batuan, Dasuk, Dungkek, Guluk-guluk, Ganding, Gapura, Kota Sumenep, Kalianget, Lenteng, Manding, Pragaan, Pasongsongan, Rubaru, Saronggi.
Sementara Luas kepulauan, 946.530.508 km2 (45,21%) terbagi atas 9 kecamatan, yakni: Arjasa, Gayam, Giligenting, Kangayan, Masalembu, Nunggunung, Raas, Sapeken, Talango.
Gugusan pulau di kabupaten ini, yang terjauh/ paling utara adalah pulau Karamian kec. Masalembu yang berjarak 151 mil laut dari pelabuhan Kalianget, lebih dekat ke wilayah Kalimantan Selatan. Paling timur, adalah pulau Sakala kec. Sapeken yang berjarak 165 mil laut dari pelabuhan kalianget, lebih dekat ke pulau Sulawesi.












satu lagi nih....... dari sekian banyak pulau yang berpenghuni maupun enggak,ternyata ada pulau di kabupaten Sumenep yang memiliki keanekaragaman potensi budaya dan gak kalah pentingnya jenis-jenis flora maupun fauna yang ada merupakan hewan atau tmbuhan endemik alias hanya dapat di temukan di pulau itu aja,namanya pulau Sepanjang,
sepanjang apa pulau itu saya jg gak tau,,,hehehe :-) ngeliyat fotonya aja jadi langsung pengen kesana......kita intip yuk keadaan pulau Sepanjang,,cekidot...........!!!!!











     Masyarakat pulau Sepanjang memiliki keanekaragaman natur maupun kultur yang unik. Potensi alam berupa flora dan fauna di pulau itu pernah mengalami masa kejayaan, terutama dikenal akan hasil hutan berupa kayu jati, namun kini keberadaan mulai menipis akibat ulah manusia yang kurang bertangung jawab terhadap kelestarian alam. Melihat kandungan alam yang besar, sebuah perusahaan minyak dan gas yakni Kangean Energi Indonesia (KEI) melakukan eksplorasi di pulau itu. Disamping bertujuan dapat menyerap tenaga kerja setempat, juga belajar secara bersama-sama bagaimana mengelola hasil alam yang bermamfaat dan berhasil guna demi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat banyak.
Masyarakat di pulau Sepanjang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan dan petani serta memiliki adat istiadat Sundrang yakni disaat seorang calon suami akan meminang calon istri, maka besarnya finansial yang akan diberikan (red: cendera mata) ditentukan oleh pihak calon mertua perempuan. Dalam pandangan budaya, ada plus minus terhadap tradisi semacam itu. Sisi positif, agar perkawinannya terlihat begitu sakral dan tak mudah bagi suami mempermainkan istrinya. Sedangkan sisi negatifnya, apabila pihak calon suami tidak mampu dengan permintaan calon mertua perempuan, maka calon suami mengambil jalan pintas mengajak calon istri kawin lari.
Rumah adat masyarakat Sepanjang mayoritas rumah panggung yang terbuat dari kayu, sementara bahasa sehari-hari yang digunakan ada tiga bahasa yakni Bahasa Bajo, Mandar dan Kangean.Untuk menuju ke Sapeken, dapat pula melalui jalur Banyuwangi dan Singaraja. Karena dua tempat itulah secara geografis lebih dekat ke pulau Sepanjang, kendati bukan merupakan bagian dari kabupaten Sumenep..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar